Kenapa di Pantai Losari Banyak Pengamen

Sudah menjadi hal yang jamak ditemui di suatu lokasi wisata, yaitu keberadaan para pengamen. Mereka terkadang bersolo karir dan kadang pentas lengkap dengan group mereka. Ada yang memakai peralatan musik yang cukup lengakap namun banyak pula yang hanya bermodalkan tepukan dan pita suara.

Namanya orang mencari makan apapun pasti dilakukan. Dari yang diperbolehkan sampai yang melanggar hukum. Mengamen adalah salah satu alternatif mudah untuk mengais rezeki yang ditebarkan Tuhan di muka bumi yang diciptakannya.



Ibarat kata, kita hanya berusaha biar Tuhan yang menentukan hasilnya. Mereka punya semboyan dari pada maling ayam mendingan ngamen. Dari pada menganggur mendingan kaya orang lain berusaha. hitung-hitung sebagai pengembangan bakat. Bakatnya "bakating ku butuh" (karena sangat butuh."

Para pengamen ini bagaikan seorang yang sedang mengundi nasibnya sendiri. padahal sebenarnya bukan karena tidak ada yang berwenang menentuka nasib manusia selain Penciptanya. Mereka berusaha untuk dagang suara, tidak peduli bagus atau tidaknya suara mereka yang penting mencoba dulu.

Terkadang mereka kaya dokter, yang senang bila banyak orang sakit ... he he peace. Mereka juga berharap banyak orang yang bosan mendengarkan lagu yang bagus dan penyanyinya merdu, itu supaya banyak orang penasaran pada suara mereka yang pas-pasan, karena bagi mereka itu banyak manfaatnya. Mungkin bagi yang mau mendengarkan nyanyian mereka juga ada manfaatnya, ibarat kata "dari pada membeli barang yang tidak berguna."

Sebenarnya yang sekarang pada ngamen di Pantai Losari itu telah mencoba melamar kerja kantoran, namun sayang mereka tidak mendaatkan lowongan. Pernah juga mereka berusaha jual beli, namun saya lebih banyak menjual dari pada membeli. Mereka juga pernah mengajukan pinjaman ke bank namun juga saya tidak dikasih pinjaman karena tidak ada barang yang bisa dipakai jaminan.

Prinsip mereka adalah dari pada meminta minta mendingan dagang suara. Yang banyak orang tidak tahu adalah, sebenarnya cita-cita mereka ingin sekali menjadi doktor, walaupun kenyataannya mereka kerja yang kotor-kotor. Mereka ingin jadi dokter karena belum ada beritanya ada dokter yang hidupnya sengsara. Tidak seperti dukun di kampung, yang sedikit kerja banyaknya nganggur.

Itulah alasan dan prinsip para pengamen dimanapun berada. Maka di Pantai Losari pun seperti itu kenyataannya. Sebenarnya pihak pengelola tela membicarakan ini dan berencana untuk melarang. Namun belum bisa. Lebih-lebih yang mengamen juga putera daerah setempat yang berhak menikmati hidup dan uang dengan keberadaan Pantai Losari sebagai tujuan wisata.

Maka bagi para calon pengunjung dan para pengunjung janganlah merasa terusik dan terganggu akan keberadaan mereka. Mereka adalah kawan yang ingin menghibur kita. Mereka tidak minta banyak, uang seribu atau lima sampai sepuluh mah bukan barang sulit bagi anda yang bisa membuat susah hidup anda.

Dan buat para pengamen, bersikaplah sopan dan perbaiki kualitas suara dan lagunya harus up date terus. OK wasalam

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kenapa di Pantai Losari Banyak Pengamen"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel