Budaya Sunda Cianjur "Ngaos sareng Mamaos"

Indonesia memiliki keragaman suku bangsa dengan bentang vegetasi alam yang luas dan indah. Keragaman ini berpadu dengan kerukunan dan keramahan ala ketimuran yang akan membuat nyaman siapa pun yang berusaha mengakrabi orang Indonesia. 

Perbedaan adat istiadat dan adaftasi terhadap alam sekitar dan lingkungan melahirkan beribu-ribu kesenian dan kebudayaan dengan serangkaian falsafah hasil akal budi masyarakatnya. Seni dan budaya ini kemudian diwariskan secara turun-temurun ke generasi berikutnya sehingga menjadi adat dan tradisi yang mengambil pola khusus untuk wilayah adat tertentu.

Diantara hasil olah akal budi masyarakat yang terkenal di masyarakat di Indonesia adalah tradisi masyarakat Sunda. Diantara yang paling terkenal adalah seni budaya dari masyarakat sunda di daerah Cianjur dan sekitarnya.

Di Cianjur ada seni budaya "Ngaos" dan "Mamaos". Dua bentuk seni budaya ini telah dilakukan oleh masyarakat dan sudah menjadi adat dan tradisi yang akan selalu ada di masyarakat Sunda daerah Cianjur.

Ngaos
"Ngaos" sepadan dengan "mengaji" atau "belajar". Tradisi ini berhubungan erat dengan pengaruh ajaran Islam yang mewajibkan menuntut ilmu kepada para pemeluknya. Semenjak mereka dilahirkan bahkan jauh sebelum manusia ayah mereka bertemu sampai nanti dipundut kunu Rahayu (meninggal), maka manusia wajib untuk menuntut elmu panemu jampe pamake (ilmu) untuk bekal hidup dunya aherat (dunia akhirat).

Budaya ini terus dilestarikan, lebih-lebih di Cianjur banyak para ulama besar yang terkenal di seantero Nusantara bahkan Dunia, sebut saja diantaranya Syekh Aang Nuh dan nama-nama lain yang terlalu banyak untuk disebutkan. Dari para ulama ini kemudian tersebarlah Islam ke tempat-tempat lain di tanah Nusantara ini. Maka tidaklah salah bila dikatakan Cianjur tegal pasantren (Cianjur wilayah Pesantren) karena saking banyaknya pesantren-pesantren besar dan terkenal di sana. Sebut saja diantaranya pesantren Gentur.

Budaya dan tradisi "Ngaos" ini dari dulu sampai sekarang terus dilakukan sehingga terkenal jargon Cianjur kota Santri atau Cianjur tatar santri. Hal ini jelas merupakan citra dari opini masyarakat Indonesia yang memotret suasana di cianjur yang "nyantri" (bergaya hidup ala santri) yang santun, kalem, rendah hati, berilmu dan sebagainya.

Mamaos

Seni budaya "mamaos" adalah kesenian khas Cianjur yang sangat terkenal dan sudah melanglang buana. seni "Mamaos" ini adalah sebentuk kesenian dalam pada dasarnya adalah olah vokal khas masyarakat sunda. kemudian pada perkembangan berikutnya suara nyanyian dengan langgam khas Sunda ini di iringi dengan gelik na suling (suara merdu seruling) dan petikan kacapi (kecapi). maka dengan hal ini masyarakat Sunda sering menyebut kesenian ini dengan sebutan kacapi suling  karena di iringi oleh alat musik kecapi dan seruling. Dan karena kesenian ini berasal dari daerah Cianjur maka disebutlah kesenian ini dengan cianjuran. Adapun nama yang paling lengkap adalah seni mamaos tembang sunda cianjuran.

Demikian sekilas tentang dua budaya Indonesia yang ada di Cianjur dan masih banyak lagi seni dan budaya indonesia dari daerah cianjur yang perlu dijaga dan dikembangkan serta dipromosikan ke seluruh dunia.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel